114 Orang Termasuk Anak-anak Tewas Di Serang Militer Myanmar

 


Hari Sabtu kemarin (27/03/2021), aparat keamanan di Myanmar membunuh sekitar 114 orang, termasuk anak anak sebagai upaya penghabisan brutal kepada pengunjuk rasa pro demokrasi. Hari tersebut merupakan hari paling berdarah semenjak kudeta yang dilakukan pada bulan lalu.

Pembantaian yang terjadi pada Hari Angkatan Bersenjata Myanmar itu, memicu kecaman tajam dari berbagai negara Barat. Dan Chugg sebagai Duta Besar Inggris menyampaikan bahwa pasukan keamanan telah empermalukan diri mereka sendiri. Sedangkan utusan AS mengatakan bahwa kekerasan tersebut mengerikan.

Satu masyarakat sipil Myanmar mengatakan, jet militer melancarkan serangan udara di sebuah desa yang dikuasai kelompok bersenjata dari etnis minoritas Karen dan setidaknya membunuh 2 orang. 

Serikat Nasional Karen, menyatakan telah menyerang satu pos militer di dekat perbatasan Thailand, dan membuat 10 orang tewas, termasuk letnan kolonel. Ketegangan tersebut juga menewaskan satu anggota SNK yang sebelumnya daerah tersebut cenderung aman. 

Jendral Senior, Min Aung Hlaing, sebagai pemimpin junta,mengatakan di dalam parade Hari Angkatan bersenjata, militer akan memperjuangkan demokrasi dan melindungi masyarakat. 

Tak menghiraukan parade tersebut, pengunjuk rasa tetap turun ke jalan pada Sabtu tanggal 27 Maret 2021, dan terus dilakukan sejak 1 Februari atau dari hari pertama pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi digulingkan. 


Komentar

Postingan Populer